[REVIEW] Star Wars: The Last Jedi (I cosplayed as Rey!)

Halo semua? Apa kabar? Ini adalah post pertama saya di 2018. Tapi saya ingin memanfaatkan postingan ini untuk menyampaikan opini terpendam saya sejak 2017. Tentang film Star Wars: The Last Jedi.

Itu tuh, film Star Wars terbaru. Filmnya Luke Skywalker. Ooh…

It’s a lie though, Skywalkers didn’t walk on the sky

Spoiler alert? Tentu. Saya nunggu hampir sebulan untuk review film ini, jelas karena saya mau ngasih spoiler habis-habisan. Tetapi sebelumnya mohon maaf, review saya gak bisa se-fun review Ayat-Ayat Cinta-nya Mbak Teppy. Saya ingin menyelipkan memes qasidahan disini, namun film yang saya review ini terlalu serius.

Anyhoo

Semua yang kenal saya pasti tau, karakter yang paling saya sukai dari original trilogy Star Wars adalah Han, forever and ever, Han Solo. Tapi bukan berarti saya gak suka karakter lain… Luke Skywalker is also my favorite.

And they ruined Luke Skywalker in The Last Jedi. Dari sejak The Force Awakens, it bothers me how Luke had becoming a hermit.

Pada interview di atas, antara Laura Dern, pemeran Admiral Holdo, dan Luke, eh Mark Hamill, ada pertanyaan, “Do Jedi need to celibate?

Mark jawab, “Of course! If they don’t, Luke would have had a girlfriend by now.

Mara Jaaaade! Luke menikah dengan Mara Jade di Star Wars Legends. Ben itu anak mereka kalo di Legends. Sedangkan Leia dan Han punya anak namanya: Jacen, Jaina, sama Anakin Solo. Silakan baca kisah mereka, they were so awesome.

Mungkin salah satu alasan saya agak kurang sreg saya sequel trilogy sekarang adalah karena mereka mengenyampingkan Legends. Tapi bukan Legends pun, saya rasa Luke gak bakal semenyedihkan itu.

What happened to him? What happened to the bright eyed, optimistic, forgiving, big-hearted Luke Skywalker?

Saya mencari jawaban atas pertanyaan di atas. Star Wars Theory memberi opini mereka atas apa yang terjadi pada Luke. Other opinions stated, “Guilt for failing his student, his nephew, Ben Solo? Perhaps.” Tapi itu hanya opini saja, bukan canon

What happened to Luke? Bahkan Mark Hamill sendiri menyatakan, He’s not my Luke Skywalker!”

Nevertheless, saya nangis waktu adegan Luke Skywalker duduk di atas batu sambil memandang matahari kembar ciri khas Tatooine. He’s going home! Beautiful scene and beautiful ending, though I think the legendary Luke Skywalker deserves so much better.

Sewaktu ada announcement bahwa Star Wars menambah karakter baru, khususnya Rose Tico, I was torn. Saya bingung, tapi seneng sih.

Saya bingung, kenapa Star Wars nambah karakter baru lagi? Kita belum “kenal banget” sama Rey, Finn, ama Poe. Daripada tambah karakter baru, mending perdalam karakter mereka, supaya makin disukai, kalo menurut saya.

Saya seneng sih, karena yang di-casting untuk memerankan tokoh baru Star Wars itu seorang wanita Asia, yang nggak stereotype.

Buuuut, her storyline. Dari yang tukang pipa/pencegah orang kabur jadi serba bisa itu rasanyaaa… Agak gimana gitu. From zero to hero, ya ya ya… Tapi kan, tapi kan… Entahlah, ada yang bikin saya kurang sreg sama Rose.

I blame her character writing. But then again, Rey juga gitu sih.

Dan Reeeeey…

Reeeeey…

I love that she is a nobody. But nooo… Ben Swolo harus banget ya ngejelasin siapa orangtua Rey sebenernya? Saya ngebayangin Rey kayak Anakin sih, conceived by the Force. Jadi, kita bisa memaklumi kenapa Rey kuat banget sampe bisa ngalahin Kylo Ren, mantan murid Luke di The Force Awakens. Penjelasan mengenai siapa orangtua Rey malah semakin mengukuhkan pandangan saya bahwa Rey adalah seorang, maaf, Marey Sue.

I still love her though… :*

Kemudian ya, ada beberapa plot hole. Kok Rey bisa tiba-tiba ada di Millenium Falcon, setelah rebutan Skywalker lightsaber sama Ben, setelah sebelumnya mereka kerja sama, berantem lawan Praetorian Guard, ajudannya Snoke? Apa pelajaran ketiga dari Luke untuk Rey? Kenapa The First Order gak kepikiran pake TIE Fighter buat nembakin pesawat evakuasi The Resistance, kan lebih fleksibel? Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Teruuuuus… *hold your breath*

Siapakah Snoke? Siapakah Knights of Ren? Siapa anak kecil yang bawa sapu ituuu? Apakah Star Wars akan crossover dengan Harry Potter???

Bagi saya plot hole tersebut gak terlalu mengganggu sih. Kenapa? Karena setiap pertanyaan “Kenapa?” dalam Star Wars, jawabannya adalah “The Force“.

Sama kayak Harry Potter. Kenapa Luna Lovegood tau-tau ada di Room of Requirement pas Battle of Hogwarts, padahal dia di Shell Cottage gak ikut Harry, Ron, Hermione? Kenapa Neville tau-tau bisa pegang pedang Gryffindor, padahal si pedang dicuri Griphook? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Jawabannya adalah, “Magic“.

Sayang sekali plot hole The Last Jedi, bagi sebagian orang gak se-simple jawaban “The Force“. Saya pun akhirnya malah kepo dengan jawaban pertanyaan plot hole, yang saya tuliskan sebelumnya.

Dari suatu sumber, saya membaca bahwa keseluruhan film The Last Jedi aslinya mencapai 3 jam. Di-edit sana sini pun tetap panjang. Saya menyalahkan editing film yang kurang smooth, sehingga plot hole yang ada menjadi terlalu kentara, meskipun sudah dijelaskan.

Maaf, mungkin kesannya saya gak suka sama The Last Jedi ya… Saya masih menikmati film ini, kok.

War-nya dapet. I love the fight of X-Wing vs TIE Fighter. Poe Dameron is GOAT (second to Han Solo)! Soundtrack megah karya John Williams selalu membuat saya terpukau. Pertempuran di Crait dan duel final antara Luke Skywalker dan Kylo Ren di akhir keren banget!

Strike me down in anger and I’ll always be with you.”

– Luke Skywalker

Words, Luke, words. *standing ovation* *slow clap*

Quote Luke ini layak diapresiasi, meskipun niruin ucapan Ben Kenobi di A New Hope 😛

Sayang Ben Solo gak kepotong tangannya. Kirain keturunan Skywalker ilang tangan di saga kedua trilogi udah jadi tradisi…

Sayang Luke gak pake lightsaber ijonya yang legendaris. I love that blade!

Contrary to many people, I love the Mary Poppins Leia. Cuma agak kecewa, setelah nongkrongin credit title sampe akhir, menahan pipis sama temen, ternyata tribute untuk Carrie Fisher cuma tulisan aja. Maaf ya, sisipan Princess Leia’s theme di film lebih bikin saya merinding dan pengen nangis.

Here’s a proper tribute to our beloved princess

But The Last Jedi tribute to our princess is still very sweet anyway... :’)

Buat saya, The Last Jedi ini nilainya 7/10 lah. Sebagai perbandingan, buat saya The Force Awakens itu 7,8/10 dan Rogue One 8,5/10. Keliatan kan Star Wars buatan Disney yang paling saya sukai yang mana? 🙈


Anyway, untuk premiere Star Wars 13 Desember 2017 lalu, saya cosplay menjadi Rey. Sayangnya karena satu dan lain hal, saya gak bisa ke bioskop di hari H dan jadinya kena spoiler duluan… 😭😭😭

Special thanks untuk @muandaruni yang udah mewujudkan mimpi saya untuk menjadi karakter Star Wars! Uni sampe niat nonton tutorial makeup Rey demi ini…

Look at the detail of my hair!

View this post on Instagram

May the force be with you 🍀

A post shared by ANDRN Andaruni Trina (@muandaruni) on

Terima kasih banyak Uniiii! May the Force be with us all! 😘😘

Ini kedua kalinya saya di-makeup-in temen. Gratis 🙈 Dari Uni karena menang giveaway, sebelumnya di-makeup-in Ifa yang gemezzz karena saya jarang ber-makeup… Uni sama Ifa keduanya sama-sama MUA, makasih udah jadiin saya bahan latihan, hihihi…

Kalo ada temen-temen yang gemezzz pengen dandanin saya juga, I’m ready to be your canvas! Saya juga ingin belajar moto dengan objek orang… Pernah moto @insommia waktu cosplay untuk ventriloquist pas Halloween kemaren, postingannya bisa diliat disini… Makasih udah percayain aku buat foto Mii, maaf kalo hasilnya masih kurang bagus yaa 😆

So guys, if you need someone to be your lab-rat model or a photographer, just contact me, okay? 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s